Bagikan ini :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه أما بعد

 

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita pada syariat Islam ini.

Para rubrik ini, kita akan membahas tentang “TAFSIR SURAT AL-IKHLAS” Semoga melalui pembahasan ini, Alloh subhanahu wata’ala menambahkan hidayah-Nya kepada kita semua.

 

Imam Ibnu kasir menafsirkan surat surat al-Ikhlas dengan mengutip perkataan Ikrimah, beliau berkata: Ketika orang-orang Yahudi berkata: Kami menyembah Uzair putra Alloh. Sedangkan Nasoro berkata, kami menyembah al-Masih putra Alloh. Orang-orang Majusi berkata: kami menyembah matahari dan bulan. Dan orang-orang musyrik berkata, kami menyembah patung-patung.

 

Kemudian Alloh pun menurunkan ayat yang mulia kepada Nabi Muhammad solollohu’slaihi wasallam dengan berfirman:

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

  1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

 

Tafsir ayat ini adalah: penjelasan bahwa Alloh itu satu, yang tidak memiliki saingan dan wakil, tidak sama sengan sesuatu apapun dan tidak memiliki kekurangan. Dia sempurna pada semua sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya.

 

Adapun firman Alloh:

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

  1. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

Tafsir atau penjelasannya adalah, Dialah Tuhan yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk. Karena mereka berharap kepada-Nya agar dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan permintaan-permintaannya.

Ibnu Abbas menafsirkan ayat in dengan mengatakan:

As-Somad adalah Tuan yang sudah sempurna ketuanannya, yang mulia yang telah sempurna kemudiaannya, yang maha besar yang telah sempurna kebesarannya, yang maha lembut yang sudah sempurna kelembutannya, yang Maha mengetahui yang sudah sempurna ilmu-Nya, yang Maha bijaksana yang maha sempurna kebijaksanaannya.

Dia adalah Tuhan yang Maha sempurna dalam semua sifat kemuliaan-Nya. Dialah Alloh Subhanahu wata’ala yang tidak ada satu makhlukpun yang sama dengan-Nya. Maha suci Alloh Tuhan yang Tunggal yang Maha memaksa.

 

Al-A’masy berkata, bahwa makna as-shomad adalah tuan yang sudah sempurna ketuananya.

Al-Hasan dan Qotadah memaknai as-Shomad adalah Tuhan yang tetap kekal setelah makhluknya mati pada hari kehancuran alam semesta.

Al-Hasan pun berkata: as-Somad adalah: Tuhan yang Hidup yang tidak pernah sirna. Dan ar-Robi’ bin Anas berkata: makna as-Somad adalah Tuhan yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Sehingga seolah-olah beliau menjadikan ayat setelahnya sebagai tafsir ayat ini. dan ini adalah tafsir yang bagus.

 

Adapun Ibn Mas’ud, ad-Dohhak dan as-Suddi berkata bahwa as-Somad adalah Yang tidak memiliki rongga. As-Sya’bi berkata: Dia yang tidak makan dan tidak minum.

 

Al-Hafidz Abul Qosim at-Tobroni berkata di dalam kitab as-Sunnah, setelah memaparkan penafsiran as-Somad, semua penafsiran ini benar. Sifat-sifat ini adalah sifat dari Robb kita Alloh azza wa jalla. Dia adalah Tuhan yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk-Nya, dia yang sangat sempurna sifat-sifat-Nya, Dia tidak membutuhkan makanan dan minuman, dia kekal selama-lamanya.

 

Kemudian Alloh berfirman:

لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ

  1. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

 

Tafsir ayat ini, Ibnu Kasir berkata: artinya Alloh tidak memiliki anak, tidak memiliki orang tua yang melahirkan dan tidak memiliki istri. Alloh tidak butuh terhadap itu semua.

Banyak ahli tafsir seperti syeikh Ibn Utsaimin mengatakan bahwa pendahuluan kata “lam yalid” yang artinya Alloh tidak melahirkan bertujuan hendak membantah semua manusia yang meyakini Alloh melahirkan. Orang-orang kafir Yahudi meyakini Alloh melahirkan dan memiliki anak lelaki yang bernama Uzair, orang-orang kafir Nasroni meyakini Alloh melahirkan dan memiliki putra namanya Isa, dan orang-orang kafir quraisy pun meyakini bahwa Alloh melahirkan dan memiliki anak-anak. Menurut mereka bahwa malaikat adalah putri-putri Alloh.

 

Ayat ini adalah bantahan Alloh untuk ketiga jenis orang-orang kafir tersebut. Alloh menegaskan bahwa Dia tidak melahirkan dan tidak butuh terhadap anak. Sehingga dengan ayat ini kufurlah milyaran manusia yang meyakini bahwa Alloh memiliki anak.

 

Adapun firman Alloh:

وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ

  1. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

 

Tafsir ayat ini adalah: Alloh tidak memiliki dan tidak membutuhkan istri, penafsiran ini adalah penafsiran Mujahid.

Alloh berfirman di dalam surat al-An’am ayat seratus satu:

 

بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٞ وَلَمۡ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةٞۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيۡءٖۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ

  1. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

 

Ia adalah raja, pemilik dan pencipta segala sesuatu. Maka bagaimana mungkin Dia memiliki saingan atau yang mendekati-Nya? Maha suci Alloh dari itu semua.

 

Alloh subhanahu wata’ala pun membantah kepada mereka yang meyakini bahwa Alloh memiliki anak dalam surat Maryam ayat delapan-puluh delapan sampai delapan puluh sembilan:

وَقَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَلَدٗا لَّقَدۡ جِئۡتُمۡ شَيۡ‍ًٔا إِدّٗا

  1. Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.
  2. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,

 

Alloh subhanahu wata’ala pun berfirman dalam surat al-Anbiya ayat dua puluh enam dan dua puluh tujuh:

(وَقَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَلَدٗاۗ سُبۡحَٰنَهُۥۚ بَلۡ عِبَادٞ مُّكۡرَمُونَ لَا يَسۡبِقُونَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ وَهُم بِأَمۡرِهِۦ يَعۡمَلُونَ

  1. Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,
  2. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

 

Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.

 

Imam bukhori dan imam Muslim meriwayatkan satu hadis bahwa Rosululloh bersabda:

لاَ أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّهُ يُشْرَكُ بِهِ وَيُجْعَلُ لَهُ الْوَلَدُ ثُمَّ هُوَ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ

Tidak ada seorang pun yang lebih sabar dari Alloh ketika mendengar hal-hal yang menyakitkan. Banyak orang yang mensekutukan Alloh, menuduh bahwa Alloh memiliki anak, kemudian Dia (Alloh Ta’ala) terus menjadikan tubuh mereka sehat dan tetap memberikan rezeki.

Pemateri :

Ust. Solahudin, Lc., M.A.