Bagikan ini :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه أما بعد

 

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, kita berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita pada syariat Islam ini.

 

Para rubrik ini, kita akan membahas tentang TAFSIR SURAT AL-FALAQ Semoga melalui pembahasan ini, kita akan semakin memahaminya.

Alloh berfirman dalam surat al-Falaq ayat 1-5:

 

() قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ()مِن شَرِّ مَا خَلَقَ () وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ () وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ ()وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

 

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
  2. dari kejahatan makhluk-Nya,
  3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
  4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
  5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

 

Syeikh as-Sa’di berkata bahwa ayat pertama dalam surat ini adalah perintah Alloh kepada Nabi Muhammad agar berlindung, meminta tolong dan bersandar kepada Alloh sebagai Robbul falaq, yang artinya Tuhan yang telah membelah biji-bijian ketika hendak tumbuh dan yang telah menyingkap kegelapan malam dengan datangnya waktu subuh.

Pendengar yang budiman…

Dalam ayat ini, Rosululloh diperintahkan oleh Alloh yang Maha Rahman, Maha pengasih dan penyayang agar senantiasa berlindung kepada-Nya dari seluruh keburukan makhluk yang telah diciptakan oleh Alloh .

Syeikh Abdurrohman as-Sa’di  mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan makhluk ini mencakup semua makhluk yang telah diciptakan oleh Alloh . Baik dari jenis manusia, jin, dan semua hewan. Sehingga ayat ini adalah perintah berlindung dari semua keburukan ciptaan kepada Alloh sang pencipta segalanya.

 

Setelah Alloh memerintahkan Nabi-Nya untuk berlindung kepada keumuman makhluk ciptaan-Nya, Alloh mengkhususkan agar beliau kepada Alloh dari keburukan yang selalu ada pada kegelapan malam. Pada waktu itu mayoritas manusia terlelap tidur dan arwah burukpun mulai bergentayangan dan hewan-hewan berbahaya mulai berkeliaran.

 

Kemudian Alloh pun memerintahkan Nabi-Nya untuk berlindung kepada-Nya dari keburukan tukang sihir yang biasanya mereka melakukan sihir dengan meniup-niup buhul-buhul berupa ikatan-ikatan. Mereka meniup-niup buhul tersebut biasanya setelah membaca mantra-mantra syirik sebagai penyembahan kepada syetan.

Imam Bukhori meriwayatkan dari Aisyah  bahwa Rosululloh pernah terkena sihir. Aisyah  berkata:

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُحِرَ حَتَّى كَانَ يَرَى أَنَّهُ يَأْتِي النِّسَاءَ وَلَا يَأْتِيهِنَّ

Dahulu Rosullulloh pernah terkena sihir sehingga beliau merasa bahwa dirinya menggauli istrinya padahal tidak.

 

Kemudian Alloh pun menyembuhkan sihir yang menimpa Rosul ini dengan mengirimkan dua orang malaikat yang menyerupai dua orang lelaki yang memberitahu letak buhul dan memusnahkan buhul tersebut.

 

Lalu Alloh memerintahkan Nabi-Nya juga untuk berlindung kepada-Nya dari keburukan pendengki. Pendengki ini adalah orang-orang yang berhati buruk atau busuk. Mereka sangat menginginkan agar kenikmatan orang lain segera hilang darinya, lalu berusaha merealisasikan harapannya itu dengan kemampuan yang ia miliki. Ini adalah keburukan yang paling buruk sehingga Alloh pun membimbing Nabi-Nya untuk meminta perlindungan kepada-Nya. Jika seseorang meminta perlindungan kepada Alloh , maka Alloh akan menghilangkan keburukannya, dan menggagalkan misi jahatnya.

 

Termasuk ke dalam bentuk hasad, adalah penyakit ain atau penyakit yang disebabkan karena pandangan mata dengki. Penyakit ini tidak akan mungkin ada kecuali bersumber dari hati yang dengki, dan jiwa yang rusak. Sheingga surat ini adalah bentuk perlindungan dari semua keburukan baik yang bersifat umum, maupun yang bersifat khusus. Surat ini pun merupakan dalil bahwa sihir mempunyai pengaruh dalam alam zhahir dan mempunyai hakekat.

 

Sifat hasad ini sangat buruk sekali dan berdampak buruk kepada orang yang dihasadi dan orang yang berhasad sehingga Rosululloh melarangnya.

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik  bahwa beliau bersabda:

 

لاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ

Janganlah kalian saling membenci, dan jangan pula saling mendengki. Serta jangan pula sangling membelakangi. Jadilan kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudara muslim yang lain lebih dari tiga hari.

 

Imam Muslim  juga meriwayatkan satu hadis dari Abu Sa’id bahwa Jibril  mendatangi Rosululloh dan berkata:

يَا مُحَمَّدُ اشْتَكَيْتَ فَقَالَ « نَعَمْ ». قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ.

Wahai Muhammad, apakah engkau mengadu? Beliau menjawab “Ya”, (jibril Alaihissalam pun merukyab beliau dengan mengatakan”

 

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

Dengan Nama Alloh aku merukyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari segala keburukan jiwa atau keburukan mata yang dengki. Semoha Alloh menyembuhkanmu, dengan nama Alloh aku merukyahmu.

 

Tafsir ayat ini mempunyai faidah yang sangat agung:

Pertama: Alloh adalah Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu, dan kita diperintahkan olehnya untuk berlindung kepada-Nya dari semua keburukan ciptaanNya.

Kedua: Alloh akan melindungi siapa saja yang berlindung kepada-Nya.

Ketiga: Malam hari adalah waktu bergentayangannya arwah jahat, dan banyak pula binatang berbahaya keluar pada waktu ini.

Keempat: Sihir mempunyai pengaruh terhadap fisik seseorang yang disihir atas izin kauniyah Alloh . Biasanya seorang penyihir menggunakan buhul untuk memainkan sihirnya ini..

 

Wallahu Ta’ala a’lam….

 

Oleh :

Ust. Solahudin

Pengisi Kajian Radio Fajri FM Bogor