Bagikan ini :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه أما بعد

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita pada syariat mulia ini.

 Para rubrik ini, kita akan membahas tentang Tafsir Surat An-Nas. Semoga melalui pembahasan ini, kita akan semakin memahaminya.

Alloh Subhanahu wata’ala berfirman dalam surat an-Nas

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ مَلِكِ ٱلنَّاسِ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
  2. Raja manusia.
  3. Sembahan manusia.
  4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
  5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
  6. dari (golongan) jin dan manusia.

 

Berkaitan dengan hal ini, Imam Abdurrohman bin Nasir as-Sa’di mengatakan, bahwa ayat ini mencakup memohon perlindungan kepada Alloh sebagai Pencipta manusia, pengatur manusia, raja manusia dan sesembahan manusia dari keburukan syaiton. Syaiton adalah sumber segala macam keburukan.

Di antara bentuk fitnah syaiton adalah bisikan keburukan yang selalu dihembuskan ke dalam hati manusia. Dengan bisikan ini, syetan hendak merubah keburukan menjadi indah. Bentuk buruk satu kejahatan dirubah seolah-olah menjadi sesuatu yang menarik. Syetan pun memberikan motifasi kepada manusia untuk melaksanakan keburukan itu.

Di antara contoh-contoh keburukan yang sudah disihir oleh syetan seolah menjadi kebaikan adalah, penamaan riba menjadi bunga, penamaan pembuat berhala menjadi pengrajin seni, penamaan minuman khomer menjadi obat kuat, dan penamaan-penamaan lainnya yang buruk menjadi baik.

Selain menipu manusia dengan menjadikan keburukan seolah sesuatu yang baik. Syetan pun selalu menipu manusia dengan menjadikan kebaikan seolah-olah satu hal yang buruk. Dengan ini, syetan hendak mencegam manusia agar tidak tunduk dan patuk kepada Alloh.

Demikianlah pekerjaan syetan selama-lamanya yang selalu menggoda dan menghalangi manusia dari petunjuk Alloh.

Kata “al-Khonnas” dari firman Alloh “min Syarril Waswasil khonnas” adalah sifat syetan yang berarti mundur dan menjauh. Ini menunjukan bahwa syetan akan menjaduh dan tidak membisikan keburukan kepada hati manusia ketika ia berdzikir kepada Alloh dan meminta perlindungan kepada kepada-Nya dari godaan syetan.

Ibnu Kasir mengatakan bawah syetan menempelkan bibirnya kepada hati manusia yang lalai dari Alloh untuk membisikan keburukan-keburukan; dan ketika hati manusia mulai mengingat Alloh, maka syetan pun kabur meninggalkan hati itu.

Sudah selayaknya seorang manusia berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk. Karena hanya Alloh lah pengatur seluruh makhluk baik jin maupun manusia dan Alloh pula yang telah menciptakan mereka. Tidak ada satu makhluk melatapun kecuali nyawa mereka berada di Tangan Alloh.

Seorang manusia harus berusaha mencegah gangguan syaiton yang hendak menghalangi mereka dari beribadah kepada Alloh. syetan ini berkeinginan kuat dan bertekat bulan untuk menjadikan mayoritas manusia sebagai penghuni neraka bersamanya.

Gangguan, godaan, dan bisikan untuk berprilaku buruk, ternyata tidak hanya bersumber dari jin saha. Akan tetapi hal inipun bersumber dari manusia. Untuk itu Alloh berfirman “minal jinnati wannas”

Ibn Kasir menyatakan bahwa surat an-Nas ini diawali dengan penyebutan tiga sifat Alloh yaitu sifat Rububiyah, sifat mulkiyah dan sifat uluhiyah Alloh. semua makhluk diciptakan dan dikuasai oleh Alloh. karena Alloh pemilik dan penguasa segalanya, maka Dia memerintahkan kepada manusia untuk memohon perlindungan dari keburukan syaten yang selalu hadir mengganggu manusia.

Tidak ada seorang manusia pun kecuali ada syetan yang senantiasa memperindah keburukan .

Dalam masalah ini, Imam Muslim meriwayatkan dari Abdulloh bin Mas’ud, bahwa Rorululloh bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَيْرٍ ».

Tidak ada seorang manusia pun kecuali ada yang menemaninya dari kalangan Jin yang mengajak kepada keburukan. Para sahabat berkata, begitu pula engkau wahai Rosul? Beliau bersabda “ya, hanya saja Alloh membantuku sehingga dia masuk Islam dan tidak memerintahkanku pada kecuali pada kebaikan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori Rosululloh solollohu’alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

Sesungguhnya syetan berjalan di dalam tubuh manusia pada tempat aliran darah mereka.

Syetan memang sangat berbahaya, dan tidak ada seorangpun yang akan selamat dari godaan syetan kecuali mereka yang diselamatkan oleh Alloh.

Setan dari jenis jis dan manusia akan senantiasa ada, dan menebar tipuan di dalam kehidupan ini. sehingga seudah seharusnya manusia untuk segera dan terus-menerus meminta perlindungan kepada Alloh sebab syetan akan senantiasa menjadi musuh bagi manusia. Alloh berfirman dalam surat al-An’am ayat 112:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ يُوحِي بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورٗاۚ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُۖ فَذَرۡهُمۡ وَمَا يَفۡتَرُونَ

  1. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

 

Wallohu Ta’ala a’lam…