Bagikan ini :

 

Assalamu ‘alaikum warohmatullohi abarokatuh.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya. Di antara beberapa kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashroni selanjutnya yaitu; Pensikapan sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur’an sebagaimana Yahudi dan Nashroni mensikapi Taurat dan Injil.

Kemiripan sikap ini pula menimbulkan fenomena dan dampak yang agak sama yang menimpa antara umat Islam dengan mereka. Beberapa kemiripan tersebut seperti disebutkan dalam informasi Al-Qur’an dan Hadits, yaitu;

 

Pertama; Buta huruf tentang al-qur’an.

Sifat yang menimpa bangsa Yahudi terkait dengan kitab Taurat, dimana sebagian besar mereka buta huruf terhadapnya juga menimpa umat Islam terkait dengan Al-Qur’an, dimana mayoritas umat Islam buta huruf tentang Al-Qur’an, dalam arti tidak pandai membacanya apalagi memahaminya dengan baik.

 

Selanjutnya yang Kedua; Parsial dan tidak utuh dalam mengimani al-qur’an.

Sikap Bani Israil terhadap Taurat yang mengimani sebagian isinya dan mengingkari sebagiannya lagi juga menimpa umat Islam, dimana banyak diantara mereka yang beriman pada sebagian ayat Al-Qur’an dan ingkar pada sebagian ayat yang lain. Umat Islam banyak yang beriman pada ayat yang mengajarkan sholat, puasa dan haji, tetapi mereka juga mengingkari ayat atau ajaran lain seperti tidak mengimani pengharaman riba, tidak beriman pada ayat-ayat yang terkait hukum pidana yakni qishosh dan hudud dan hukum-hukum lain yang terkait dengan masalah politik dan pemerintahan.

 

Ketiga; Mengikuti hukum produk manusia.

Inilah musibah terbesar yang menimpa umat Islam di hampir seluruh dunia Islam pada akhir zaman, mereka mengikuti hukum sekuler buatan manusia. Bahkan di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam, mereka tidak berdaya bahkan menolak terhadap pemberlakuan hukum Islam.

 

Dan yang Keempat; Tidak Memahami Kedudukan Al-Qur’an.

Umat Islam tidak mengetahui dan tidak mendudukkan Al-Qur’an sesuai fungsinya. Al-Qur’an yang berfungsi sebagai hidayah untuk manusia yang mengantarkan seseorang menuju jalan keselamatan dan mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya terang benderang, tetapi banyak diselewengkan. Sebagian umat Islam hanya menggunakan Al-Qur’an terbatas sebagai bacaan untuk orang meninggal dan dibaca saat ada orang yang meninggal. Al-Qur’an yang berfungsi sebagai pedoman hidup hanya ramai di musabaqohkan. Sebagaian yang lain hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai kaligrafi yang menjadi hiasan dinding di masjid-masjid atau di tempat lainnya. Sebagian yang lain menjadikan Al-Qur’an sebagai jimat, yang lain hanya menjadi pajangan pelengkap perpustakaan yang jarang dibaca atau bahkan tidak pernah dibaca.

 

Fenomena yang Kelima adalah Meninggalkan Al-Qur’an.

Meninggalkan Al-Qur’an adalah salah satu masalah besar yang menimpa umat Islam. Umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur’an, dalam arti tidak memahami, tidak membaca, tidak mentadaburi, tidak mengamalkan dan tidak menjadikan pedoman hidup dalam kehidupan mereka. Umat Islam lebih asyik dengan televisi, koran, majalah, lagu-lagu, musik dan lainnya. Jauhnya umat Islam menyebabkan hinanya mereka dalam kehidupan dunia. Padahal salah satu rahasia kejayaan umat Islam apabila mereka komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup.

Kemudian di antara kemiripan dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashroni selanjutnya yaitu; Sikap pengkultusan terhadap ahli agama.

Inilah sikap Yahudi dan Nasroni terhadap ahli agama mereka. Dan ternyata banyak dari umat Islam yang mengkultuskan ulama dan kyai dan menempatkan mereka pada posisi Tuhan yang suci dan tidak pernah salah.

Dan pendapat mayoritas ulama; jika sudah menghalalkan apa yang diharamkan Alloh dan mengharamkan apa yang dihalalkan Alloh dan mentaatinya maka itulah bentuk penyembahan terhadap ahli agama. Dan ini pula yang banyak menimpa umat Islam, mereka mentaati secara buta apa yang dikatakan ulama atau kyai meskipun bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits.

Kemudian di antara kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashroni selanjutnya yaitu; Rakus terhadap Dunia.

Penyakit utama Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta, kekuasaan maupun wanita sebagaimana direkam dalam Al-Qur’an.

Penyakit ini pula yang menimpa sebagian besar umat Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits wahn. Perlombaan sebagian umat Islam terhadap dunia telah membuat mereka buta dan tuli sehingga menghalalkan segala cara. Inilah fenomena yang terjadi di Indonesia dan sebagian negeri muslim lainnya. Mayoritas penduduknya muslim tetapi menjadi negara terkorup di dunia, paling banyak hutangnya, paling jorok, paling rusak dan lain sebagainya. Sungguh sangat jauh antara Islam dan realitas umat Islam.

Di antara dorongan dunia yang paling kuat daya tariknya adalah syahwat wanita. Dan inilah yang sedang menimpa kita. Fenomena seks bebas, pornografi merupakan santapan harian bagi sebagian umat Islam.

Kemudian di antara kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashroni selanjutnya yaitu; Sikap Meremehkan terhadap Akhirat

Dalam surat al Baqoroh ayat 80 sampai 81 disebutkan  sikap mereka yaitu Yahudi terhadap akhirat, lebih khusus lagi terhadap neraka. Mereka meremehkan siksa api neraka. Dan ternyata penyakit ini juga banyak menimpa umat Islam. Sebagian umat Islam yang meremehkan siksa api neraka membuat mereka melalaikan kewajiban Islam, seperti menegakkan sholat, zakat, puasa, haji, menutup aurat dan lain lain. Pada saat yang sama mereka juga tidak takut berbuat dosa. Inilah fenomena potret umat Islam.

Dan ketika umat Islam terus mengikuti pola hidup Yahudi dan Nashroni dan mengekor pada kepentingan mereka, maka akan berakibat sangat buruk yaitu murtad dan jatuh pada jurang kekafiran. Naudzubillahi min dzaalik. Semoga kita diselamatkan dari bahaya tersebut. Wallohu A’lam. . .

 

wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

 

Oleh :

Ust Faishol/Dafa